Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Cyberbullying Anak Meningkat, KPAI Dorong Satgas Perlindungan di Sekolah

BRIMO

Info Serui Kota — Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Ai Maryati Solihah, mengungkapkan bahwa bentuk perundungan siber (cyberbullying) terhadap anak-anak kini semakin beragam, kompleks, dan mengkhawatirkan. Hal itu disampaikannya menanggapi data Kementerian Komunikasi dan Digital yang menyebut bahwa 48 persen anak Indonesia pernah menjadi korban cyberbullying.

Hari Anak Nasional, KPAI Catat Kasus Bullying Paling Banyak | tempo.co
Cyberbullying Anak Meningkat, KPAI Dorong Satgas Perlindungan di Sekolah

“Perundungan digital kini bukan hanya soal kata-kata kasar atau olok-olok. Ada yang melibatkan manipulasi wajah lewat AI, eksploitasi seksual, hingga dampak dari konflik orang tua di media sosial,” ujar Ai dalam bincang bersama RRI Pro 3, Sabtu (5/7/2025).

Wajah Anak Dimanipulasi, Korban Prostitusi Online Meningkat

KPAI menerima semakin banyak aduan mengenai penyalahgunaan teknologi AI untuk menyebar wajah anak-anak dalam konten tak pantas. Bahkan, beberapa kasus melibatkan eksploitasi seksual komersial berbasis digital, yang disebut Ai sebagai bentuk prostitusi online yang mengincar anak-anak.

Baca Juga : Layang-layang Batalkan 21 Penerbangan di Bandara Soetta

Selain itu, anak dari figur publik kerap menjadi korban bullying karena konflik orang tua yang terekspos di media sosial, yang membuat mereka ikut dihakimi netizen.

Layanan Konseling Sekolah Jadi Garda Terdepan

Untuk mengatasi dampak psikologis akibat perundungan, KPAI bekerja sama dengan sekolah untuk memperkuat layanan bimbingan konseling (BK) dan menghadirkan pendampingan psikologis yang lebih dekat dan responsif.

“Anak bisa jadi korban, pelaku, atau saksi cyberbullying. Tapi semuanya tetap butuh pendampingan,” tegas Ai.

Satu dari Tiga Anak Alami Masalah Kesehatan Mental

Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan bahwa 1 dari 3 anak di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental. Fakta ini, kata Ai, memperkuat pentingnya kehadiran layanan rehabilitasi psikologis di sekolah dan komunitas.

Satgas Anti-Kekerasan di Sekolah Akan Diperkuat

KPAI telah bekerja sama dengan Kemendikdasmen untuk mendorong pembentukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas TPPK) di setiap sekolah. Satgas ini harus memiliki jalur rujukan ke Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

“Negara tidak boleh absen. Anak-anak butuh perlindungan nyata, bukan hanya wacana,” pungkasnya.

Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *