Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Minim Perhatian Keluarga, Kenakalan Remaja di Yapen Kian Mengkhawatirkan

BRIMO

Kenakalan Remaja di Yapen Meningkat, Kejari Ajak Orang Tua Tingkatkan Perhatian dan Komunikasi

RRI.co.id - Kenakalan Remaja Meningkat : Kurang Perhatian Keluarga
Minim Perhatian Keluarga, Kenakalan Remaja di Yapen Kian Mengkhawatirkan

Info Serui Kota — Kejaksaan Negeri Kepulauan Yapen menyoroti meningkatnya kasus kenakalan remaja di wilayah tersebut. Fenomena ini menjadi perhatian serius setelah banyaknya perkara anak yang masuk dan ditangani oleh kejaksaan. Kasi Intelijen Kejari Yapen, Herry Arung Boro, SH, menyampaikan hal ini dalam program Jaksa Menyapa di RRI Serui, Rabu (9/7/2025).

“Kenakalan remaja di Yapen mengalami tren kenaikan. Ini menjadi indikator bahwa peran keluarga, terutama orang tua, sangat krusial dalam mengawasi dan mendampingi anak-anak, baik putra maupun putri,” tegas Herry.

Menurutnya, masa remaja merupakan masa pencarian jati diri yang penuh gejolak emosi, rasa ingin tahu, serta dorongan untuk mencoba hal-hal baru. Tanpa pengawasan yang cukup, remaja rentan terpengaruh oleh lingkungan negatif, teman sebaya, maupun media sosial.

“Orang tua perlu memahami bahwa remaja sangat mudah dipengaruhi karena emosi mereka belum stabil. Maka, komunikasi dua arah, pengawasan, dan kehadiran emosional dari orang tua menjadi benteng utama mencegah kenakalan remaja,” jelasnya.

Baca Juga : Kenali Istilah “Inherited Shame” dalam Ilmu Psikologi

Faktor Pemicu: Minimnya Perhatian Keluarga dan Lingkungan

Herry menekankan bahwa sebagian besar kasus kenakalan remaja bersumber dari kurangnya perhatian dan kasih sayang dalam keluarga. Ketika anak tidak merasa diperhatikan di rumah, mereka mencari validasi dan identitas di luar, yang kerap kali membawanya ke pergaulan bebas atau tindakan menyimpang.

Selain keluarga, faktor lingkungan dan media sosial juga memainkan peran besar dalam membentuk perilaku remaja. Tanpa pendampingan, anak-anak dapat meniru perilaku kekerasan, penyimpangan, atau bahkan terlibat dalam tindak pidana.

Solusi: Sosialisasi Hukum dan Edukasi Orang Tua

Melalui program Jaksa Menyapa, Kejari Yapen memberikan penyuluhan hukum kepada masyarakat sebagai bentuk pencegahan dini. Sosialisasi ini mencakup definisi hukum mengenai remaja, faktor-faktor risiko, serta strategi pencegahan kenakalan anak.

“Tujuan kami adalah membekali orang tua dan masyarakat agar bisa lebih peduli, peka, dan siap membimbing anak-anak menghadapi tantangan zaman,” tutup Herry.

Harapan: Keluarga Lebih Aktif dan Empatik

Kejari Yapen berharap ke depan orang tua lebih banyak meluangkan waktu bersama anak, menjalin komunikasi terbuka, serta menjadi role model positif dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, potensi kenakalan remaja bisa ditekan, dan generasi muda Yapen dapat tumbuh lebih sehat, kuat, dan berkarakter.

Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *